Reggae "got soul"
Belakangan mungkin orang tidak merasakan kehadiran reggae secara jelas. Tapi, begitu banyak band yang terpengaruh oleh reggae. Dari yang ngepunk (Rancid), rocksteady (No Doubt), ragga (Shaggy & Sean Paul), Dancehall (Outkast), sampai yang rock ’n folk (John Buttler Trio). Di dalam negeri, setelah era keemasan Anak Pantai-nya almarhum Imanez, Tony Q tidak berjuang sendirian. Ada Steven & Coconuttreez yang punya single Welcome To My Paradise. Sekilas band ini mengingatkan kita kepada Big Mountain yang ngetop lewat Baby, I Love Your Way beberapa tahun lalu. Joni Agung di Bali juga melepas album Reggae Mebasa Bali (reggae berbahasa Bali).
Yang paling anyar adalah band asal Bekasi yang baru saja merilis album Breaking The Roots, Souljah. Reggae yang dimainkan Souljah lebih cenderung memasuki daerah elektronika. Banyak nuansa ragga lewat toasting (semacam ngerap dengan gaya Jamaika), dan beat dancehall untuk lagu-lagu berirama riang mereka. Bahkan, belakangan band-band papan atas mencoba memainkan reggae. Seperti Dewa yang mencoba berdansa lewat lagu Matahari, Bulan, Bintang. "“Setiap orang boleh saja main reggae. Yang penting ada soul-nya," ujar Gung Jon mengomentari soal ini. "Lagu itu bagus, tapi kurang bagus untuk dibilang reggae," kata Heru. Ia lebih memilih lagunya Nugie, Bisa Lebih Bahagia. Terlepas dari siapa dan bagaimana memainkannya, semua pentolan reggae itu setuju kalau fenomena itu cukup membantu mengenalkan reggae ke tingkat yang lebih luas.








0 Response to "Reggae "got soul""
Posting Komentar