Reggae "jammin"

Perluasan reggae di Indonesia ini begitu terbuka. Setiap pemusik ini punya jalan masing-masing untuk menyebarkan musik reggae. Tony Q dengan senang hati berbagi panggung dengan band-band reggae baru. "Tadi ada band Bekasi, namanya Peron One. Minggu depan ada lagi, namanya The Dread," ujar Tony sambil tersenyum seusai pertunjukannya pada Rabu malam di Blues Bar.
Steven & Coconuttreez adalah salah satu yang dulu rajin "mengganggu" panggung Tony Q. Sekarang Steven sudah merilis debut album The Other Side. Steven juga sedang giat mengumpulkan band-band reggae untuk diajak bikin proyek album kompilasi.
Joni Agung di Bali tak pernah berhenti bermain reggae. Senin dia akan berada di Apache Bar. Selasa dan Jumat dia manggung di Soda Bar, Sanur. Lalu, Minggu dan Rabu pesta reggaenya di gelar di Putra Bar, Ubud.
Heru "Shaggy Dog" tidak hanya aktif menyebarkan reggae lewat panggung. Tapi juga lewat siaran radio. Bersama sang manajer Dread Met, mereka punya program Simmerdown di Star FM Yogya. Geronimo FM, Yogya, juga punya acara Rabu Reggae yang usianya sudah cukup lama.
Jika ingin menikmati reggae di Jakarta, kita juga bisa datang ke Parc, yang menawarkan DJ-DJ yang memainkan lagu-lagu dub & reggae setiap Selasa. Drum N’ Bass yang cenderung elektronika sekarang ini juga mulai sering jadi musik tema di tempat-tempat klubing yang biasanya di dominasi hip-hop dan R&B.
Ternyata Indonesia memang cukup berpotensi untuk reggae. Ada dua band yang jaringannya sudah internasional. Tony Q dan New Rastafara terdaftar sebagai headliners di acara Legend Of Rasta Reggae Festival (www.legendsofrastareggaefestival.com). Dan Shaggy Dog yang rencananya pertengahan tahun ini berangkat ke Festival Mundial, Belanda, untuk yang kedua kalinya. Dan bukan tidak mungkin akan makin banyak band-band pop/rock lain yang menyelipkan reggae dalam musik mereka.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

0 Response to "Reggae "jammin""

Posting Komentar